Penyedap Makanan Lezat dan Aman

Ketika mendengar penyedap makanan, yang terbayang dalam pikiran kita pasti MSG. Tapi, sebenarnya ada banyak bahan yang bisa digunakan untuk membuat makanan lebih sedap. Bumbu-bumbu instan ini bisa didapatkan di supermarket …

6 Manfaat Susu Milo Sachet untuk Anak

Selain memiliki rasa yang lezat, Milo juga mempunyai kandungan gizi yang sangat baik untuk anak. Ada berbagai macam kemasan yang bisa dipilih seperti kemasan 1 kg, 800 gram, 300 gram, polybag …

Membangun Bisnis Masa Depan Bersama Nestle Needs Youth

Di zaman sekarang ini, kaum muda dihadapkan pada teknologi yang semakin maju dan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan potensi diri dengan berbisnis. sebagai pelopor bisnis dengan berbagai gerakan yang di buat seperti …

Mengenal Tentang Program Guru Pembelajar
0 Comments

Guru Pembelajar (GP) merupakan sebuah program pembelajaran yang memang dikhususkan untuk guru karena guru merupakan bagian dari Peningkatan Keprofesian Berkelanjutan. Guru dituntut untuk meningkatkan kompetisi dan pengetahuannya agar dapat terus meningkatkan kualitasnya dengan cara mengikuti program Guru Pembelajar.

Memahami Tentang Guru Pembelajar

Program Guru Pembelajar merupakan sebuah program yang dilakukan oleh Disdik (Dinas Pendidikan) dan dicanangkan oleh pemerintah pusat. Program ini bersifat wajib bagi para guru agar guru dapat terus belajar dan meningkatkan pengetahuannya menjadi lebih baik lagi agar dapat memberikan ilmu dan banyak manfaat kepada anak didiknya.

Setiap guru memiliki peran, fungsi, dan tugas yang sangat penting dengan tujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Guru yang profesional memiliki peranan yang sangat penting untuk menyalurkan ilmu pengetahuan yang ada kepada bangsa sehingga bisa mewujudkan insan Indonesia menjadi kepribadian yang baik dan juga memiliki jiwa etis, berbudi pekerti luhur, dan berjiwa sosial.

Tidak salah jika guru memiliki peranan yang sangat penting bagi masa depan masyarakat, bangsa, dan negara yang disalurkan dengan cara memberikan layanan pendidikan atau pembelajaran kepada anak didik mereka tanpa terkecuali. Maka dari itu sangat penting bagi setiap guru untuk mengikuti program Guru Pembelajar yang merupakan bagian dari Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan sesuai dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Guru sebagai pembelajar merupakan sebuah bentuk pendidikan sebagai pembelajar, bukan untuk pemerintah, kepala sekolah, ataupun dinas pendidikan. Ini merupakan suatu bentuk pengembangan diri yang termasuk ke dalam bagian dari profesionalismenya yang tentunya harus dilakukan secara berkelanjutan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendukung Guru Pembelajar dengan memberikan program fasilitasi bagi guru untuk meningkatkan kegiatan pengembangan keprofesian yang akan menghasilkan guru yang profesional. Program kegiatan Guru Pembelajar diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di dalam kelas dan juga memperkecil kesenjangan kemampuan sosial, keterampilan, pengetahuan dan kepribadian antara para guru.

Dengan adanya program ini juga dapat meningkatkan karir para guru yang sejalan dengan kepangkatan dan kebijakan pengembangan karir guru. Program Guru Pembelajar dikembangkan berdasarkan UKG atau Uji Kompetensi Guru dan PKG atau Penilaian Kerja Guru. Selain itu juga didukung dengan hal-hal lainnya.

Bagi guru yang masih pada Kriteria Capaian Minimal (KCM) pada hasil kompetensinya, maka akan mengikuti program Guru Pembelajar agar dapat meningkatkan standar kompetensinya dan juga pengembangan profesinya. Dengan pencapaian standar kompetensi yang cukup maka diharapkan dapat memenuhi tuntutan dalam pelaksanaan tugas dan kewajiban dalam hal pemberian pendidikan yang berkualitas untuk kebutuhan sekolah dan kehidupan bangsa.

Program Guru Pembelajar membutuhkan biaya yang tidak bisa dibilang kecil sehingga program ini melibatkan pembiayaan dari anggaran pemerintah pusat, lembaga swasta/BUMN, dan juga pembiayaan mandiri dari peserta.

Bedasarkan artikel dari laman www.daftarpustaka.org terdapat 3 mode yang bisa dilakukan dalam program peningkatan dan pengembangan kompetensi Guru Pembelajar yaitu tatap muka, full online learning (daring), dan gabungan antara tatap muka dan daring atau disebut daring kombinasi. Pembagian ketiga moda tersebut ditentukn berdasarkan beberapa pertimbangan sesuai dengan hal-hal berikut ini :

  • Terdapat beberapa unsur mata pelajaran yang sulit untuk disampaikan secara daring misalnya mata pelajaran vokasi.
  • Fleksibilitas dan efisiensi pembelajaran.
  • Jumlah guru yang sangat besar.
  • Ketersediaan koneksi internet.
  • Distribusi guru dan letak geografis di seluruh Indonesia.
  • Hasil UKG untuk melihat peta kompetensi guru.
  • Tingkat literasi guru dalam TIK atau disebut dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi.
shares