Jual Bebelac Untuk Meningkatkan Sistem Imun Tubuh Anak

Sistem kekebalan tubuh atau sistem imun tubuh manusia dapat melawan berbagai bakteri dan virus untuk melindungi tubuh agar tidak sakit. Oleh karena itu, saat tubuh anak Anda belum memiliki imunitas yang …

Gunakan Tas Kamera Untuk Merawat Kamera Anda

Kamera merupakan salah satu perangkat yang banyak digunakan oleh masyarakat. Kamera sendiri merupakan sebuah alat elektronik yang dapat digunakan sebagai alat yang digunakan untuk menangkap gambar dengan mudah. Kamera sendiri memiliki …

3 Cara Menghapus Akun Instagram

Sekarang ini banyak sekali orang yang memiliki akun Instagram, mulai dari yang muda hingga yang tua. Ini karena proses pembuatan akun Instagram yang sangat mudah. Bagi kamu yang tidak tahu cara …

Ini 4 Risiko bagi Anak Susah Makan Sayur
0 Comments

Pada dasarnya anak yang tidak suka makan sayur memiliki risiko lebih tinggi  terserang penyakit dikemudian hari. Tidak jarang kebanyakan orang tua  mengeluhkan soal anak susah makan sayur dan buah. Apa saja akibatnya kalau anak tidak suka sayur? ini 4 risiko yang mungkin bisa terjadi bagi anak susah makan sayur.

  1. Gangguan Pencernaan

Sayuran termasuk dalam jenis makanan sebagai sumber utama serat. Secara umum nutrisi berupa serat sangat diperlukan tubuh untuk proses pencernaan. Asupan serat anak yang tercukupi bukan hanya akan menjaga kesehatan saluran cernanya, namun juga meningkatkan daya tahan tubuhnya sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Anak yang tidak suka makan sayur biasanya mudah terserang gangguan pencernaan. Berdasarkan sebuah penelitian tim ahli National Institutes of Health di Amerika Serikat, telah disebutkan bahwa tidak rutin makan sayur biasanya menyebabkan beberapa gangguan pencernaan.

Tidak jarang sembelit, susah buang air besar, hingga radang usus sering diderita oleh anak yang susah makan sayur. Bila kebiasaan tersebut dibiarkan terus-menerus, tidak menutup kemungkinan anak bisa mengalami kerusakan jaringan pencernaan dan harus dioperasi.

  1. Kelebihan Berat Badan

Mengonsumsi sayuran berserat mampu membantu anak terhindar dari risiko obesitas. Pada dasarnya sayur sangat penting untuk menambah energi. Anak yang tidak suka makan sayur cenderung akan mengganti sayur dengan jenis makanan lain seperti ayam goreng atau makanan lainnya.

Kebiasaan seperti ini akan membuat anak justru akan kelebihan kadar kalori dan lemak jenuh. Dalam sebuah buku dikatakan bahwa, serat dalam sayur hanya menyumbangkan beberapa kalori per unit. Mengonsumsi sayur dengan kadar serat yang tinggi, perasaan kenyang akan tercapai dengan konsumsi kalori yang rendah.

Anak yang cenderung tidak suka makan sayur, dan lebih suka makan daging hanya akan menumpuk saja jadi cadangan lemak. Pola makan seperti ini berpotensi menyebabkan anak mengalami kelebihan berat badan. Anak yang kelebihan berat badan punya kemungkinan cukup tinggi mengalami obesitas.

  1. Kurang Gizi

Pada dasarnya beberapa nutrisi penting di dalam sayur seperti mineral, zat besi, vitamin, dan kalsium tidak bisa digantikan oleh sumber pangan lainnya. Kurangnya asupan nutrisi-nutrisi penting bisa mengakibatkan kurang gizi.

Secara umum beragam nutrisi penting di dalam sayur sangat dibutuhkan dalam masa emas tumbuh kembang anak. Dengan begitu, anak yang tidak suka makan sayur anak akan menjadi terganggu pertumbuhannya. Memungkinkan anak jadi sulit tumbuh tinggi.

Dampak buruk lainnya kekurangan nutrisi tertentu bisa menyebabkan gangguan fungsi tubuh mulai dari dari penglihatan, sistem saraf, hingga kemampuan berpikir anak.

  1. Risiko Terkena Penyakit Kronis

Mengenalkan sayur sejak dini merupakan hal yang patut diajarkan oleh ibu kepada anak. Di dalam sayur terdapat kandungan Antioksidan dimana zat ini bertanggung jawab untuk mencegah penyakit serta memperbaiki sel dan jaringan tubuh yang rusak.

Itulah empat bahaya yang mungkin terjadi bila anak susah makan sayur. Ibu perlu membiasakan anak makan sayur sejak kecil. Ibu dapat mengkombinasikan sayur dengan makanan  kesukaan anak dalam menyajikan menu makanan kesehariannya.

shares