4 Olahan Susu Kental Manis Ala Frisian Flag

Sudah hal lumrah kalau susu menjadi sumber mineral, kalsium dan juga vitamin yang tinggi. Maka tidak mengherankan jika mengkonsumsi susu menjadi hal wajib dalam memenuhi makanan bergizi. Namun, jika Anda tidak …

Ini 4 Risiko bagi Anak Susah Makan Sayur

Pada dasarnya anak yang tidak suka makan sayur memiliki risiko lebih tinggi  terserang penyakit dikemudian hari. Tidak jarang kebanyakan orang tua  mengeluhkan soal anak susah makan sayur dan buah. Apa saja …

Inilah 5 Cara Berkomunikasi dengan Anak yang Wajib Diketahui

Anda sebagai orangtua tentu kerap menghadapi kondisi dimana anak mudah tantrum, sering uring-uringan, marah dan merasa kesal sendiri. Ternyata salah satu faktor mengapa anak bertingkah layaknya kesulitan mengekspresikan diri adalah kurangnya …

Cara Untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak
0 Comments

Sejak lahir, anak-anak belajar keterampilan baru pada tingkat yang terbilang cukup memusingkan. Dan bersama dengan kemampuan baru itu, mereka juga memperoleh kepercayaan diri untuk menggunakannya. Seiring bertambahnya usia anak, kepercayaan diri itu bisa sama pentingnya dengan keterampilan itu sendiri. Untuk berkembang, anak-anak perlu percaya pada kemampuan mereka sendiri sementara, pada saat yang sama, mengetahui bahwa mereka dapat menanganinya jika mereka tidak berhasil dalam sesuatu. Dengan mengalami penguasaan dan bangkit dari kegagalan, mereka mengembangkan rasa percaya diri yang sehat.

Berikut adalah 8 cara agar anda dapat mengatur anak agar merasa mampu dan mendapatkan hal yang maksimal dari keterampilan dan bakat mereka :

  1. Teladani dirimu sendiri. Bahkan jika anda tidak cukup merasakannya! Melihat anda menangani tugas-tugas baru dengan optimisme dan persiapan yang matang memberikan contoh yang baik untuk anak-anak. Hal ini tidak berarti anda harus berpura-pura sempurna. Akui kecemasan anda, tetapi jangan fokus terhadap kecemasan itu sendiri, fokuslah pada hal-hal positif yang anda lakukan untuk melakukan persiapan.
  2. Jangan marah tentang kesalahan. Bantu anak-anak melihat bahwa semua orang membuat kesalahan dan yang penting adalah belajar dari hal ini, bukan memikirkan kesalahan itu sendiri. Orang-orang yang percaya diri tidak membiarkan rasa takut akan menghalangi mereka, bukan karena mereka yakin mereka tidak akan pernah gagal, tetapi karena mereka tahu bagaimana mengambil langkah mundur dengan tenang.
  3. Biarkan anak-anak gagal. Wajar jika ingin melindungi anak anda dari kegagalan, tetapi coba-coba adalah suatu cara anak-anak untuk belajar, dan gagal mencapai tujuan membantu anak-anak mengetahui bahwa itu tidak fatal. Hal itu juga dapat memacu anak-anak untuk upaya yang lebih besar, yang akan memberi mereka pelajaran dengan baik sebagai orang dewasa.
  4. Puji ketekunan mereka. Belajar untuk tidak menyerah pada hal yang membuat frustrasi atau jaminan pertama setelah satu kemunduran adalah keterampilan hidup yang penting. Keyakinan dan harga diri bukan tentang berhasil dalam segala hal sepanjang waktu, tentang menjadi cukup tangguh untuk terus berusaha, dan tidak tertekan jika anda bukan yang terbaik.
  5. Bantu anak-anak menemukan gairah mereka. Menjelajahi minat mereka sendiri dapat membantu anak-anak mengembangkan rasa kepekaan terhadap identitas, dimana ini merupakan hal yang penting untuk membangun kepercayaan diri. Tentu saja, melihat bakat mereka tumbuh juga akan memberikan dorongan besar pada harga diri mereka.
  6. Tetapkan tujuan atau goals. Mengartikulasikan tujuan, besar dan kecil, dan cara mencapainya membuat anak-anak merasa kuat. Bantu anak anda mengubah hasrat dan impian menjadi tujuan yang dapat ditindaklanjuti dengan mendorongnya untuk membuat daftar hal-hal yang ingin ia capai. Kemudian, praktikkan memecah tujuan jangka panjang menjadi tolok ukur yang realistis. Anda akan memvalidasi minatnya dan membantunya mempelajari keterampilan yang ia butuhkan untuk mencapai tujuannya sepanjang hidup.
  7. Rayakan setiap upaya yang mereka jalani. Memuji anak-anak atas prestasi mereka sangat bagus, tetapi penting juga untuk memberi tahu mereka bahwa anda bangga dengan upaya mereka terlepas dari hasilnya. Dibutuhkan kerja keras untuk mengembangkan keterampilan baru, dan hasilnya tidak selalu langsung. Biarkan anak-anak tahu bahwa Anda menghargai pekerjaan yang mereka lakukan.
  • Ajak mereka untuk ikut melakukan kegiatan rumah tangga. Mereka mungkin mengeluh, tetapi anak-anak akan merasa lebih terhubung dan dihargai ketika mereka diandalkan untuk melakukan pekerjaan yang sesuai usia, mulai dari mengambil mainan sampai mencuci piring hingga menjemput adik-adik dari sekolah dan lain sebagainya.
shares